TASIKMALAYA – Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya resmi membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional tahun anggaran 2026. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.
Seluruh proses seleksi hingga pelaksanaan pelatihan nantinya akan dipusatkan di Gedung UPTD BLK Kabupaten Tasikmalaya yang berlokasi di Jl. Letjend Ibrahim Adjie KM 7, Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa sistem pendaftaran tahun ini dilakukan secara terpusat melalui platform digital milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
“Pastikan setiap calon peserta wajib memiliki akun SIAPKerja, karena seluruh proses pendaftaran hanya dapat diakses melalui sistem tersebut,” tulis pengumuman resmi dari BLK Kabupaten Tasikmalaya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan panduan teknis mengenai alur pendaftaran, panitia telah menyediakan tautan panduan di bit.ly/daftarblktasik1. Melalui program ini, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Program pelatihan vokasi ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran dengan mencetak tenaga kerja terampil yang siap diserap oleh industri maupun sektor wirausaha mandiri di wilayah Priangan Timur dan sekitarnya.

Ringkasan Informasi:
Panduan: bit.ly/daftarblktasik1.
Penyelenggara: BBPVP Bandung & BLK Kabupaten Tasikmalaya.
Lokasi: Jl. Letjend Ibrahim Adjie KM 7, Indihiang, Kota Tasikmalaya.
Sistem Pendaftaran: Wajib melalui akun SIAPKerja Kemnaker RI.
Peluang Cerah Menjadi Barista Profesional di Indonesia
Pertumbuhan kedai kopi yang menjamur di berbagai sudut kota, mulai dari kota besar hingga pelosok daerah, menciptakan lonjakan permintaan tenaga kerja barista yang luar biasa. Fenomena ngopi kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan harian masyarakat yang mendorong industri hilir kopi terus berekspansi. Akibatnya, industri perhotelan, restoran, dan kafe (HORECA) di Indonesia terus berburu peracik kopi yang memiliki kompetensi mumpuni untuk menjaga standar kualitas rasa di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kebutuhan akan barista saat ini tidak lagi hanya sekadar orang yang bisa mengoperasikan mesin kopi, tetapi sosok profesional yang memahami estetika dan sains di balik setiap cangkir. Industri membutuhkan tenaga kerja yang menguasai teknik penyeduhan manual (manual brew), seni menggambar di atas kopi (latte art), hingga pemahaman mendalam tentang profil biji kopi nusantara. Kesenjangan antara jumlah kedai kopi baru dengan ketersediaan barista bersertifikat menjadikan profesi ini salah satu jalur karier vokasi yang paling menjanjikan dan cepat terserap lapangan kerja.
Selain itu, menjadi barista profesional di Indonesia membuka gerbang lebar menuju jenjang karier yang lebih tinggi, seperti head barista, roaster, hingga konsultan kafe. Dengan meningkatnya standar apresiasi masyarakat terhadap kopi spesialti (specialty coffee), perusahaan kini lebih memprioritaskan lulusan pelatihan vokasi yang memiliki sertifikasi resmi. Sertifikasi ini menjadi bukti valid bahwa seorang barista memiliki etos kerja dan keterampilan teknis yang terstandarisasi secara nasional maupun internasional, sehingga nilai tawarnya di pasar kerja meningkat drastis.
Oleh karena itu, mengikuti pelatihan di lembaga seperti BLK menjadi langkah strategis bagi generasi muda untuk mengisi kebutuhan industri yang sedang tumbuh pesat ini. Menguasai keterampilan barista melalui pendidikan vokasi bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan, tetapi juga tentang melestarikan budaya kopi Indonesia melalui keahlian tangan yang terampil. Dengan persiapan yang matang dan sertifikasi yang tepat, profesi barista dapat menjadi batu loncatan yang kuat untuk mencapai kesejahteraan ekonomi sekaligus berkontribusi pada industri kreatif tanah air.









