TENJOBUMIKOPI.COM – Minggu, 1 November 2026, menjadi hari terakhir rangkaian Sawarga Tasikmalaya 2026 dalam perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Kalau Anda belum sempat mampir, hari ini masih ada kesempatan untuk menikmati suasana perayaan, menjelajahi produk-produk UMKM lokal, dan berkenalan lebih dekat dengan kopi Tasikmalaya bersama Tenjo Bumi Kopi.
Ada yang menarik untuk dibawa pulang. Kami menghadirkan bundle tiga origin beans dari Galunggung, Karaha Bodas, dan Taraju. Masing-masing seberat 100 gram, dengan harga spesial Rp100.000 untuk satu paket.
Namun, bagi kami, kehadiran di Sawarga bukan semata-mata tentang promo atau transaksi. Ada cerita tentang tanah tempat kopi tumbuh, orang-orang yang merawatnya, dan kekayaan daerah yang layak semakin dikenal.
Sebab, kadang pengalaman menarik justru berawal dari hal sederhana, kita mampir ke sebuah booth, bertanya tentang secangkir kopi, lalu pulang membawa cerita baru.

Hujan, Keramaian, dan Hangatnya Pertemuan
Cerita kami di Sawarga Tasikmalaya bermula pada Jumat, 30 Oktober 2026, di mana hujan tipis-tipis dan belum mearata intensitasnya baru saja membasahi kawasan Tasikmalaya. Dedaunan di sepanjang Jalan Pemuda tampak lebih segar, karena hari sudah lama kemarau Panjang, tanaman barangkali teriak girang! Sementara udara dingin membawa aroma khas tanah yang tersiram air. Rumput-rumput kering di taman kota pun muali tampak siuman setelah mati suri.
Bagi sebagian orang, hujan mungkin menjadi alasan untuk tinggal di rumah atau mencari tempat berteduh. Namun, hari itu suasananya berbeda. Di tengah perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, aktivitas di kawasan acara tetap berlangsung. Warga Tasik dan sekitarnya ada yang menyusuri pasar malam industri kreatif, melihat berbagai produk UMKM, dan menikmati suasana yang semarak di antara deretan Payung Geulis.

Di antara 93 UMKM binaan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Tenjo Bumi Kopi turut mengambil bagian, berada persis di tengah taman kota yang tersembunyi dari pandangan terhalang booth-booth UMKM malah terasa spesial. Tim kami seperti Adi dan Kawan-kawan bersiap di balik bar portabel, membawa biji kopi dari tiga daerah yang ingin kami perkenalkan lebih dekat kepada masyarakat.
Target kami sederhana saja, biar pengunjung membawa cerita tanah Tasikmalaya lewat setiap seduhan kopi yang kami saji.
Bagi kami, mengikuti kegiatan seperti Sawarga memberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan konsumen, mendengar pengalaman mereka, menjawab rasa penasaran, sekaligus memperkenalkan potensi kopi lokal dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Sebab, ada hal-hal yang tidak selalu bisa disampaikan melalui foto produk atau tulisan di media sosial. Terkadang, percakapan langsung sambil menikmati kopi justru membuat sebuah cerita lebih mudah dipahami.

Ketika “Spill Tipis-Tipis” Bikin Pesan Berdatangan
Sebelum Sawarga dimulai, kami sempat memberikan bocoran kecil melalui media sosial. Tenjo Bumi Kopi akan menghadirkan promo spesial berupa bundle tiga origin beans dari Galunggung, Karaha Bodas, dan Taraju, masing-masing seberat 100 gram, dengan harga Rp100.000.
Awalnya, kami ingin menjadikan paket ini sebagai kejutan bagi Sobat Tenjo yang datang langsung ke lokasi. Kami juga menyiapkan challenge tebak rasa agar pengunjung tidak sekadar membeli kopi, tetapi bisa ikut bermain dan mengenal karakter setiap origin.
Ternyata, respons yang datang cukup mengejutkan. Pesan melalui DM dan WhatsApp mulai berdatangan. Ada yang langsung menanyakan ketersediaan paket, ada yang khawatir kehabisan, bahkan ada yang ingin memesan lebih awal:
“Min, bundling Rp100 ribu isi tiga beans sudah bisa dibeli hari ini, nggak?”
“Paket bundling Cuma dijual di event Sawargakah?”
Membaca pesan-pesan itu, tentu saja kami ikut senang. Ada rasa bahagia ketika produk yang sedang kami siapkan ternyata sudah dinantikan, bahkan sebelum pengunjung melihatnya secara langsung.
Antusiasme tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kopi lokal memiliki ruang untuk terus berkembang. Selalu ada orang yang ingin mencoba sesuatu yang baru, mengenal asal-usul biji kopi, atau sekadar mencari pilihan rasa yang sesuai dengan seleranya.
Bagi kami, itulah bagian menarik dari perjalanan kopi, rasa penasaran yang membuka percakapan, lalu percakapan yang mempertemukan orang dengan produk lokal. Dan di Sawarga, kami ingin membawa pengalaman itu lebih dekat.

Tiga Origin, Tiga Karakter, Satu Cerita dari Tasikmalaya
Mengapa Galunggung, Karaha Bodas, dan Taraju yang kami bawa? Karena Tasikmalaya memiliki kekayaan alam yang menarik untuk diceritakan lebih luas. Meski akhirnya kami pun menawarkan empat varian rasa kemudian.
Selama ini, kita mengenal Tasikmalaya melalui kerajinan, bordir, batik, Payung Geulis, hingga berbagai produk kreatifnya, atau bahkan berjibunnya pesantren dan sematan Kota Santri. Namun, ada potensi lain yang tak kalah menarik, yaitu kopi yang tumbuh di kawasan pegunungannya.

Dalam dunia kopi, perpaduan pengaruh lingkungan, iklim, jenis tanah, hingga ketinggian tempat tumbuh kerap dibicarakan melalui istilah terroir. Melalui tiga origin yang kami hadirkan, pengunjung bisa mulai menjelajahi keragaman tersebut:
- Galunggung (Kesegaran yang Cerah): Kopi dari kawasan Galunggung menghadirkan karakter rasa yang segar, dengan nuansa buah-buahan (fruity), keasaman (acidity) yang cerah, Brown Sugar. Menarik bagi penikmat kopi yang menyukai sensasi rasa dinamis dan menyegarkan.
- Karaha Bodas (Keunikan yang Mengundang Rasa Penasaran): Kawasan vulkanis Karaha Bodas menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi karakter aromatik dan nuansa rasa yang khas, termasuk kesan fruity kuat dan floral apabila muncul dalam seduhannya. Sangat cocok bagi penikmat kopi yang senang menemukan pengalaman rasa berbeda.
- Taraju (Kehangatan dalam Setiap Tegukan): Taraju melengkapi perjalanan rasa dengan karakter yang menghadirkan kesan manis, karamel, cokelat, serta body yang terasa lebih penuh (rich). Karakter semacam ini sering kali terasa akrab bagi penikmat kopi yang menyukai seduhan hangat dan comforting.
Tentu saja, pengalaman rasa tidak selalu sama bagi setiap orang. Metode seduh, tingkat sangrai, kualitas air, dan preferensi pribadi turut memengaruhi apa yang kita rasakan di dalam cangkir.
Justru di situlah keseruannya. Saat pengunjung mampir, pertanyaan seperti ini kerap muncul:
“Mas, kalau diseduh pakai cara saya sendiri, mana yang paling cocok buat lidah saya?”
Pertanyaan sederhana, tetapi jawabannya menarik untuk dibicarakan. Kami bisa memberikan rekomendasi berdasarkan karakter kopi dan metode seduh yang biasa digunakan. Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan penikmatnya.
Dari sini bisa kita simpulkan Sobat Tenjo, kalua kopi bukan soal mencari satu rasa yang dianggap paling hebat. Kopi adalah tentang menemukan karakter yang paling sesuai dengan selera kita dan berhasil kita nikmati tanpa aroma dan rasa yang menggangu.
Menemukan Booth Tenjo di Antara Payung Geulis
Di tengah ramainya Sawarga Tasikmalaya, menemukan booth yang dituju bisa menjadi petualangan kecil tersendiri.
Bagi pengunjung yang masih mencari lokasi kami, patokannya adalah Payung Geulis di kawasan acara (akses masuk via Jalan Pemuda). Setelah memasuki area tersebut, silakan telusuri deretan booth UMKM untuk menemukan booth Tenjo Bumi Kopi.
Alhasil, booth pun menjadi tempat singgah yang menyenangkan. Tempat pengunjung bisa berhenti sejenak, bertanya tentang kopi, berbagi pengalaman menyeduh, atau sekadar berbincang ringan sebelum kembali menyusuri keramaian.
Tidak harus sudah menjadi penikmat kopi berpengalaman untuk mampir. Kalau masih bingung membedakan acidity, body, dan aftertaste, tidak masalah. Semua bisa dimulai dari rasa penasaran. Kami percaya, mengenal kopi seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan tanpa perlu dibuat rumit.
Urusan pembayaran pun dibuat praktis melalui QRIS. Dengan transaksi digital, pengunjung dapat berbelanja dengan lebih mudah, sementara pelaku UMKM turut mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem perdagangan yang semakin modern di Tasikmalaya ini.
Mengapa Kopi Lokal Layak Mendapat Tempat?
Bagi Tenjo Bumi Kopi, memperkenalkan kopi Tasikmalaya bukan sekadar urusan menjual biji kopi. Ada petani yang merawat tanaman, proses panjang yang menentukan kualitas hasil panen, serta pelaku usaha yang berusaha membawa produk tersebut lebih dekat kepada konsumen.
“Nah, kan! Nah kan! Para inohong di negeri ini juga pada mampir ke boothnya Tenjobumikopi di Sawarga Tasikmalaya. Kamu, kapan? Btw, besok hari terakhir lho, kita buka lebih pagi! Jam 6 teng kamu udah bisa ngopi. Sip! Ditunggu..” tulis mimin @tenjo.bumi.kopi di Instagram merespon para tokoh nasional dan regional yang ternyata antusias ngopi di booth tenjobumikopi.
Ini bukti, hal itu bagian dari mata rantai yang saling terhubung. Ketika kopi lokal semakin dikenal, peluang untuk memperluas pasar pun terbuka. Konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan, pelaku usaha memiliki kesempatan mengembangkan bisnis dan potensi daerah bisa semakin dihargai.
Lima tahun perjalanan Tenjo Bumi Kopi juga mengajarkan bahwa sebuah usaha tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Ada petani, mitra, pelanggan, komunitas dan banyak pihak yang ikut memberikan ruang bagi perjalanan tersebut.
“Bisa saja Aji, Ustadz Tatang, Perhutani, LMDH, Prosesor, Barista kayak Arfat dan banyaklah…” ungkap Rahmat Nugraha, founder Tenjobumikopi.
Itulah semangat yang ingin terus kami bawa, bukan sekadar menjual kopi, tetapi ikut membuka jalan agar potensi kopi daerah semakin dikenal dan memiliki kesempatan untuk berkembang.
Hari Terakhir, nih! Mari Bawa Pulang Ceritanya
Minggu, 1 November 2026, menjadi kesempatan terakhir untuk menikmati rangkaian Sawarga Tasikmalaya 2026. Bagi Sobat Tenjo yang belum sempat mampir, silakan berkunjung ke booth Tenjo Bumi Kopi di area Kampung Payung Geulis. Paket bundle tiga origin beans seharga Rp100.000 bisa menjadi pilihan untuk mengenal Galunggung, Karaha Bodas, dan Taraju sekaligus. Anda juga bisa mengikuti challenge tebak rasa berhadiah merchandise selama persediaan masih ada.
Namun, tak perlu merasa harus membeli sesuatu untuk menikmati suasana. Datang, melihat-lihat, mengenal produk UMKM, dan berbincang dengan para pelaku usaha pun sudah menjadi bagian dari pengalaman yang berarti.
Jadi, kalau hari ini Anda sedang berada di sekitar Taman Kota Tasikmalaya, mari sempatkan diri untuk mampir. Kenali tiga origin kopi kebanggaan Tasikmalaya, ikuti keseruannya, dan temukan sendiri cerita di balik setiap biji kopi yang kami bawa.
Karena setiap daerah punya cerita. Dan kali ini, biarkan kopi ikut menceritakannya.
Ingin Menjelajahi Kopi Tasikmalaya Lebih Lanjut?
Bagi Anda yang belum sempat mampir ke venue atau ingin memesan biji kopi pilihan dari Tenjo Bumi Kopi secara online, sudah ada di jalan yang benar jika sering kunjungi situs resmi kami ini tenjobumikopi.com atau ikuti pembaruan kegiatan kami di Instagram @tenjo.bumi.kopi.
Grow Local, Glow Global, Go Tasik!








