TENJOBUMIKOPI.COM – Aula Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya di Jalan Letjen Mashudi tampak lebih semarak dari biasanya pada Rabu (7/10/2026). Sejak pagi, para pelaku usaha, pejabat daerah, perwakilan lembaga keuangan, hingga pimpinan UMKM unggulan berkumpul dalam satu ruang untuk menyambut dimulainya Tasikmalaya Great Sale 2026.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Sofjan Zaenal Mutaqien, S.STP., M.Siresmi ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tasikmalaya ke-25. Tidak sekadar menghadirkan program promosi dan diskon, Tasikmalaya Great Sale juga menjadi ajang memperkuat daya saing produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin siap menghadapi pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga meluncurkan Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya, sebuah publikasi yang menampilkan berbagai perusahaan dan UMKM daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, perwakilan lembaga keuangan, pelaku usaha, serta sejumlah UMKM unggulan daerah. Salah satu yang turut hadir adalah pimpinan Tenjo Bumi Kopi, produsen kopi asal Tasikmalaya yang selama beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan produk kopi lokal berbasis kemitraan dengan petani di wilayah Priangan Timur.
Kehadiran OJK dan sektor jasa keuangan menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan UMKM saat ini tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga tentang digitalisasi, akses pembiayaan, dan penguatan transaksi non-tunai. Karena itu, selama pelaksanaan Tasikmalaya Great Sale 2026, transaksi digital melalui QRIS menjadi salah satu fokus utama yang terus didorong.
Untuk menambah semangat para peserta, panitia juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi. Sejumlah penghargaan akan diberikan kepada pelaku usaha yang menunjukkan performa terbaik selama program berlangsung, mulai dari kategori UMKM Terfavorit, UMKM dengan Transaksi QRIS Terbesar, hingga berbagai penghargaan lainnya yang akan diumumkan pada akhir kegiatan.

Tenjo Bumi Kopi dalam Buku Profil Perusahaan Ekspor
Peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya menjadi salah satu momen yang cukup menarik perhatian. Di antara berbagai perusahaan dan UMKM yang ditampilkan, Tenjo Bumi Kopi menjadi salah satu pelaku usaha yang mendapat ruang khusus untuk memperkenalkan perjalanan bisnis dan kualitas produknya.
Berangkat dari potensi kopi Tasikmalaya yang tumbuh di kawasan Karaha Galunggung dan Gunung Cakrabuana, Tenjo Bumi Kopi mengembangkan sistem produksi yang terukur untuk menjaga kualitas produk dari hulu hingga hilir. Proses produksi dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari pemilihan buah kopi, sortasi, pengolahan, pengeringan, pengupasan kulit ari (hulling), grading, penyimpanan, proses sangrai (roasting), hingga pengemasan dan distribusi.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap biji kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten serta mampu menampilkan karakter rasa terbaik dari daerah asalnya.
Kopi yang dihasilkan berasal dari kebun-kebun yang dirawat secara alami pada ketinggian sekitar 1.050–1.400 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut menghasilkan karakter cita rasa yang khas dengan nuansa buah-buahan sitrus seperti lemon dan mandarin orange, dipadukan dengan sentuhan manis menyerupai karamel.
Saat ini, Tenjo Bumi Kopi melayani berbagai segmen pasar, mulai dari kedai kopi, pelaku industri makanan dan minuman, hingga komunitas pecinta kopi. Produk yang ditawarkan mencakup green bean, roasted bean, serta kopi bubuk dengan berbagai pilihan karakter rasa dan kebutuhan pelanggan.
Tasikmalaya masih menjadi pasar utama perusahaan ini, namun permintaan dari wilayah Bandung dan Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kopi asal Tasikmalaya semakin mendapat tempat di pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, pelaku usaha, dan UMKM lokal, Tasikmalaya Great Sale 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar program promosi tahunan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha daerah, meningkatkan transaksi digital, serta membuka lebih banyak peluang agar produk-produk unggulan Tasikmalaya dapat bersaing dan dikenal di tingkat nasional maupun global.
Sebagai penutup, Anda bisa menambahkan paragraf berikut agar artikel terasa lebih kuat dan menunjukkan keberagaman kekuatan UMKM Tasikmalaya:

Menariknya, Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya tidak hanya menampilkan Tenjo Bumi Kopi sebagai representasi sektor agribisnis dan produk olahan kopi, tetapi juga menghadirkan beragam pelaku usaha unggulan dari sektor lainnya. Ada Mia Bordir, usaha yang dirintis Najmiah Nawir sejak tahun 2002 dan dikenal melalui produk busana, mukena, serta kain bordir dengan desain premium dan teknik khas Broken Colors yang menjadi pembeda di tengah persaingan produk massal.
Di sektor fesyen muslim, terdapat Amily Hijab yang didirikan Ilham Mauluddin pada 2015 dan telah memasarkan produknya tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga ke pasar internasional melalui program Shopee Ekspor. Kehadiran berbagai pelaku usaha ini menunjukkan bahwa Tasikmalaya memiliki kekuatan ekonomi yang beragam, mulai dari kopi, kerajinan bordir, hingga fesyen muslim, yang bersama-sama menjadi wajah kreativitas dan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.









